Header Ads

Ad Home

Mengejutkan, Gadis Ini Kehilangan Sebagian Otaknya Setelah Berenang

Tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi dalam hidup seseorag kecuali sang Maha pencipta kehidupan. Seperti halnya yang dialami gadis belia ini, puteri dari Sybil Meister asal California selatan Amerika Serikat. Syibil harus menerima kenyataan pahit, ia harus rela kehilangan puteri yang dicintainya pada oktober tahun lalu. 

Untuk mengenang puterinya yang meninggal dunia ia membentuk sebuah group di sosial media. Group ini dibentuk Dengan tujuan agar tidak ada lagi orang yang mengalami hal buruk seperti yang dialami puterinya. Puteri Sybil yang bernama Koral Reef meninggal karena otaknya dimakan oleh Amoeba langka. Amoeba ini masuk kedalam tubuh melalui luka ataupun lubang hidung, ia tumbuh dan hidup di kolam air panas, kolam ikan, sungai, danau bahkan ada yang hidup di kolam renang juga. Keberadaan Amoeba ini langka tapi memiliki sangat berbahaya karena bisa mematikan. Amoeba ini masuk kedalam tubuh Koral setelah koral berenang di sebuah kolam.

mengejutkan, gadis ini kehilangan sebagian otaknya setelah berenang
Menurut cerita ibunya Koral sempat mengalami sakit kepala yang lama sebelum kematiannya. Koral juga mengalami demam, sakit dibagian kepala, leher menjadi kaku dan alergi terhadap sinar matahari. Pada pemeriksaan awal dokter mendiagnosa apa yang dialami koral adalah sakit kepala biasa dan menganjurkan Koral untuk beristirahat dan minum obat. Namun setelah beberapa hari, kondisi koral tidak membaik. Dan Pada tahun 2014 kondisi koral menjadi semakin memburuk. Lalu dokter mendiagnosa ulang dan mengadakan pemeriksaan lebih lanjut. Betapa terkejutnya mereka, setelah diperiksa dengan detail, ditemukan hal yang sangat mengejutkan. Otal koral sudah hilang separuhnya dan sekelompok Amoeba telah memakan separuh otak Koral kemudian berkoloni mengisi dan menggantikan otak yang telah hilang. Menurut dokter yang menangani Koral, Amoeba langka ini telah menginfeksi otak koral sejak mei 2013. Setelah koral berenang disebuah kolam. Koral meninggal pada usia 20 tahun.

Sayang.. Penyakit yang dialami koral ini terlambat di obati. Padahal jika dideteksi lebih awal mungkin kejadian buruk pada koral tidak terjadi. Melalui Sebuah akun FB bernama “Team Koral Reef” Sybil membagikan cerita yang terjadi pada puterinya. Ia berharap agar orang lain dapat memperhatikan kondisi tubuhnya jika ada hal yang tidak wajar. Sybil menuturkan “ aku berharap tidak ada lagi orag yang meninggal karena penyakit yang sebenarnya bisa dihindari”.
Semoga kisah mengerikan itu menjadi pelajaran agar kita lebih berhati-hati..

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.