Agar Tetap Sehat Anda Bisa Menjadi Dokter Untuk Diri Sendiri Inilah Caranya
Tidak ada satu orangpun di dunia ini yang ingin sakit. Agar tidak sakit, kita dianjurkan untuk melakukan upaya untuk menjaga kesehatan. Dengan istirahat yang cukup, makanan bergizi dan seimbang serta berolahraga secara rutin merupakan cara agar kesehatan kita tetap terjaga. Namun tahukah anda bahwa setiap manusia diberikan kemampuan untuk mendeteksi kesehatan tubuhnya sendiri? Ini penting sahabat.. karena dengan ini setiap kita bisa melakukan antisipasi jika suatu hari pertahanan tubuh kita sedang lemah. Mengetahui penyakit lebih dini akan mempermudah pengobatan yang harus dijalani.
Seperti dikutip dari Health24, sebenarnya setiap kita bisa menjadi dokter untuk diri kita sendiri.. bagaimana caranaya, berikut penjelasannya:
- Memeriksa tekanan darah setiap 6 bulan: Pemeriksaan ini bisa dilakukan di pusat kesehatan atau di rumah. Jika nilai sistolik (angka yang di atas) lebih dari 140 (130 untuk penderita diabetes) dan diastolik (angka yang di bawah) lebih dari 90 (80 untuk penderita diabetes), sebaiknya anda harus memperhatikan pola hidup yang selama ini dijalani. Anda harus meninggalkan kebiasaan buruk yang dapat merusak tubuh anda sendiri. Kurang asupan gula, makanan berkolestrol dll.
- Menghitung detak jantung setelah olahraga: Untuk mengetahui heart rate recovery (HRR), cobalah berjalan kaki atau jogging selama 20 menit lalu menghitung detak jantung segera setelahnya selaam 15 detik dan hasilnya dikalikan. Setelah itu istirahat dan duduk selama 2 menit, kemudian periksa kembali. Kurangi hasil kedua dengan yang pertama, jika di bawah 55 maka nilai HRR lebih tinggi dari normal dan sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
- Memeriksa kondisi tubuh setiap 2-3 bulan sekali: Mintalah pasangan atau teman dekat untuk melakukan pemeriksaan kulit dari kepala hingga ujung kaki. Perhatikan jika ada benjolan, tahi lalat yang berubah dan bintik atau ruam yang mencurigakan. Pemeriksaan di seluruh kulit termasuk kulit kepala, sela-sela jari kaki dan tangan serta bagian bawah lengan.
- Memantau pola tidur: Ada 3 cara untuk tahu memiliki tidur yang cukup atau tidak yaitu apakah perlu alarm untuk bangun di pagi hari, apakah merasa kantuk saat sore hari dan apakah langsung tertidur setelah makan malam.Jika ketiga jawaban tersebut ‘iya’ maka belum memiliki waktu tidur yang cukup. Namun jika sudah tidur cukup (sekitar 8 jam) tapi masih punya masalah tersebut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
- Memperhatikan warna urine: Urine bisa menjadi indikator kesehatan yang berguna. Urine seharusnya berwarna jernih dan tidak berbau, tapi jika warnanya kuning pekat (gelap) atau berbau, maka bisa jadi akibat kurang cairan atau masalah dalam metabolisme.
- Memeriksa kaki setiap hari untuk yang memiliki gejala diabetes: Orang dengan diabetes rentan bermasalah di kaki, untuk itu periksa kaki secara teratur terhadap setiap lecet, kulit yang mengelupas, luka atau memar. Hal ini untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
- Memeriksa sisir yang digunakan: Jika melihat banyak rambut yang rontok di sisir, mintalah dokter memeriksa kadar feritin darah yang menunjukkan berapa banyak zat besi di tubuh, karena kadar yang rendah bisa menyebabkan kerontokkan rambut. Penyebab umum lainnya adalah gangguan pada hormon tiroid.
- Melakukan pemeriksaan untuk kardiovaskular: Pemeriksaan ini berguna untuk mencegah penyakit dan serangan jantung serta stroke. Faktor yang perlu diukur adalah kolesterol, status merokok, tingkat glukosa darah, EKG (Electrocardiogram) serta tekanan darah.
- Luangkan waktu untuk Relaxation/ menyenangkan diri: Pada dasarnya ada 4 hal yang harus dipantau setiap hari untuk memastikan punya pola hidup sehat, yaitu jumlah buah dan sayuran yang dikonsumsi satu hari (Produce), apakah aktif bergerak (Exercise), memiliki waktu minimal 15 menit untuk menyenangkan diri sendiri (Relaxation) dan mengonsumsi cukup serat (Fibre). Jika semuanya terpenuhi, maka sudah memiliki hidup yang sehat.
- Mengukur tinggi badan setiap tahun: Hal ini sangat penting bagi perempuan sebagai cara untuk menilai postur dan kesehatan tulang. Jika tinggi badan anda menurun maka bisa jadi ada perubahan dalam kepadatan tulang. Jika usia sudah diatas 30 tahun sebaiknya anda membiasakan diri minum susu. Susu mengandung protein yang dapat menjaga kesehatan tulang.
Nah sahabat.. cara di atas mudah bukan? Ingat.. Mencegah lebih baik daripada mengobati.. Lakukan point-point diatas jika anda ingin sehat. semoga sahabat Rumah salam.. selalu dilimpahi kebaikan, keberkahan dan kesehatan. Aamiin
Silahkan di share..



Post a Comment