Banyak Bergerak Saat Tidur Hati-Hati Dengan Gejala Penyakit Ini
Saat tidur kita semua mungkin tidak dapat mengontrol gerakan tubuh. Gerakan tubuh saat tidur memang terjadi secara alami dan tidak dapat diatur. Terkadang kita menendang, meninju dan bergerak tak tentu arah. Bergerak saat tidur, merupakan karakteristik dari suatu kondisi yang disebut rapid eye movement sleep behaviour disorder (RBD).
Para peneliti telah menemukan sekitar setengah dari orang dengan RBD akan mengalami gangguan kesehatan, seperti penyakit Parkinson atau gangguan neurologis lain. Menurut Profesor Michael Howell, dari University of Minnesota, dan co-author dalam penelitiannya “Jika Anda mendapatkan kelainan ini dan berumur panjang, Anda akan dipastikan menderita penyakit Parkinson atau kondisi yang mirip dengan itu, hal tersebut adalah tanda peringatan dini”. Orang dengan RBD dijelaskan memiliki mimpi buruk, dan mereka terkadang bertindak dramatis saat tidur.. Gerakan meninju, memukul, bahkan melompat dari tempat tidur bisa saja terjadi. Kadang-kadang, orang dengan kondisi ini dapat melukai diri sendiri atau melukai orang yang berbagi tempat tidur dengannya. Mereka dengan kondisi seperti ini diyakini akan memiliki kerusakan pada batang otak mereka, yang memungkinkan mereka untuk bergerak selama tidur.
RBD mempengaruhi 0,5 persen dari populasi atau 35 juta orang di seluruh dunia. Meskipun tidak dapat disembuhkan, dapat dikendalikan dengan hormon melatonin dosis tinggi atau dosis rendah obat clonazepam anti-kecemasan. Sebagai bagian dari studi ini, Profesor Howell dan rekan-rekannya telah me-review 500 penelitian di yang dipublikasikan antara tahun 1986 dan 2014 yang mengeksplorasi hubungan antara RBD dan Parkinson.
Mereka menemukan antara 81 dan 91 persen pasien dengan RBD mengembangkan gangguan otak degeneratif selama hidup mereka. Penyakit Parkinson, kondisi di mana bagian dari otak menjadi rusak secara progresif, ditandai dengan tremor, gerakan lambat dan otot kaku dan tidak fleksibel. Hal ini disebabkan oleh kerusakan protein tertentu dalam sel-sel otak yang memproduksi dopamine, zat kimia yang menghasilkan perasaan menyenangkan dalam menanggapi kegiatan bermanfaat..
Namun, tidak semua orang yang terindikasi Parkinson akan memiliki RBD lebih dulu. Namun demikian, temuan ini dapat membantu dokter menemukan cara untuk mendiagnosa Parkinson lebih awal. dan mengobati penyakit Parkinson ketika sedang dalam tahap awal, Profesor Howell menambahkan.
(Sumber : dailymail.co.uk)



Post a Comment