Header Ads

Ad Home

Empat Amalan Keliru Saat Bulan Ramadhan, Nomor Dua Masih Sering Dilakukan Oleh Kebanyakan Orang

Mungkin Sebagian besar muslim beranggapan ketika melakukan segala hal menjelang Ramadhan atau di bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala berlipat ganda Dari Allah SWT, sebagai balasan terhadap apa yang kerjakan ketika di dunia. Anggapan tersebut memang tidak slah, karena semua perbuatan akan mendapat balasan di akhirat kelak. Tapi, Terkait dengan masalah ibadah itu ada 2 ketentuan wajib yang harus mencakup dalam semua amalan yaitu pertama ibadah yang dilaksanakan harus ikhlas hanya ditujukan kepada Allah SWT tanpa ada maksud lain, kedua ada contoh dari Nabi Muhammad SAW.

Hal ini juga senada dengan kaidah fikih yang berbunyi "pada dasarnya semua ibadah adalah haram dilakukan kecuali ada dalil yang memerintahkannya" Kaedah ini memberikan pengertian bahwa semua amal perbuatan yang menyangkut dengan hal ibadah tidak boleh dilakukan kecuali ada dalil Al-Qur'an atau Hadis yang memerintahkan.

Sebagai wujud kehati-hatian terhadap hal demikian (menghindari amalan yang tidak dicontohkan oleh Nabi Saw), Berikut kami ketengahkan beberapa kekeliruan yang dilakukan di bulan Ramadhan yang saat ini masih dilakukan dan tersebar luas di tengah-tengah kaum muslimin.
  1. Mengkhususkan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan: Jika anda beranggapan dan memiliki keyakinan bahwa menjelang bulan Ramadhan adalah waktu utama untuk menziarahi kubur orang tua atau kerabat, ketahuilah bahwa anggapan anda selama ini keliru. Karena menziarahi kubur itu bisa dilakukan kapan saja tidak harus menjelang bulan Ramadhan. Tujuan melakukan ziarah kubur hakikatnya untuk melembutkan hati agar selalu mengingat kematian. Namun masalahnya, mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu dan meyakini bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk nyadran atau nyekar adalah Hal yang masih sering dilakukan oleh banyak orang. Padahal Ini sungguh suatu kekeliruan, karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang menuntunkan hal ini.
    Empat Amalan Keliru Saat Bulan Ramadhan, No Dua Masih Sering Dilakukan Oleh Kebanyakan Orang
  2. Melakukan Mandi Besar atau Keramasan Menyambut Ramadhan: dalam menyambut bulan Ramadhan sebagian muslim melakukan keramasan. ini adalah tradisi kedua yang masih banyak dilakukan oleh kaum muslim. Padahal amalan ini sebenarnya Tidaklah tepat. Karena tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apalagi jika tradisi keramas ini dilakukan dalam satu tempat yang memungkinkan ada campur baur antara laki-laki dan perempuan. Ini sungguh merupakan kesalahan yang besar karena tidak mengindahkan aturan syariat Islam. Bagaimana mungkin Ramadhan disambut dengan perbuatan yang bisa mendatangkan murka Allah?!
  3. Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa Satu atau Dua Hari Sebelumnya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yang terbiasa mengerjakan puasa pada hari tersebut maka puasalah.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dho’if Sunan Nasa’i). Pada hari tersebut juga dilarang untuk berpuasa karena hari tersebut adalah hari yang meragukan. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Barangsiapa berpuasa pada hari yang diragukan maka dia telah mendurhakai Abul Qasim (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dho’if Sunan Tirmidzi)
  4. Bubar lebih Dulu Sebelum Imam Selesai Shalat Malam: mungkin masih ada dioantara kaum muslimin yang meninggalkan imam sebelum shalat tarawih selesai. Atau membubarkan diri lebih dulu dan tidak ikiut berjamaah shalat witir. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih). Jika imam melaksanakan shalat tarawih ditambah shalat witir, makmum pun seharusnya ikut menyelesaikan bersama imam. Itulah yang lebih tepat.
Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid’ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya. (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, pada tafsir surat Al Ahqof ayat 11)

Demikian beberapa amalan keliru di bulan Ramadhan yang harus kita tinggalkan. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa beritahu saudara kita yang lain agar mereka meninggalkan amalan-amalan yang tidak ada contohnya dari Nabi. Sampaikan nasihat kebenaran dengan lemah lembut dan penuh hikmah.

Semoga Allah memberi kita petunjuk, ketakwaan, sifat ‘afaf (menjauhkan diri dari hal yang tidak diperbolehkan) dan memberikan kita kecukupan. Semoga Allah memperbaiki keadaan setiap orang yang membaca risalah ini.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal  

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.