Header Ads

Ad Home

Berniat Beli Mobil Cash, Pemuda Ini Malah Dipanggil Satpam, Terlanjur Kesal 350 Juta Dikeluarkannya Dari Tas

Ada pepatah tua mengatakan, jangan menilai suatu buku dari sampulnya”. Kalimat itulah yang yang cocok sebagai pembuka dari pengalaman pahit yang diterima oleh Joe Patrick beberapa waktu lalu.

Joe yang berniat membeli sebuah mobil di salah satu showroom mobil di daerah Karawang Barat, datang layaknya customer biasa di showroom tersebut. Tapi entah kenapa ketika memasuki showroom, Joe bukanya mendapat pelayanan dari pegawai showroom malah dipanggil oleh salah satu security.
Berniat Beli Mobil Cash, Pemuda Ini Malah Dipanggil Satpam, Terlanjur Kesal 350 Juta Dikeluarkannya Dari Tas
Joe tak mengira dan tak menyadari kalo penampilannya saat itu menjadi alasan security memanggilnya. Penampilanya saat itu memang terkesan sedikit kumal, ia datang ke showroom hanya dengan menggunakan sandal jepit, celana pendek, kaos oblong dan tas ransel. Mirisnya ketika ia bertanya kepada salah satu karyawan showroom tentang merek mobil yang hendak ia beli bukanya menanggapi malah terkesan cuek dan memanggil satpam. Baca juga, Uang Senilai 219 Juta Membusuk Ditanah Seorang Ibu Gagal Membantu Biaya Perhnikahan Anaknya

Pegawai tadi langsung pergi dan makan rujak di pojokan sambil ngobrol bareng pegawai lainya” Kata Joe Patrick.

Merasa dihina, Joe sontak membuka tas ransel yang ia kenakan dan mengeluarkan uang cash gepokan 350 Juta rupiah pecahan 100 ribuan diatas meja. Sontak aksi yang dilakukan joe membuat para pegawai showroom tersebut melotot melihat gepokan uang yang dikeluarkan Joe.

Joe lantas mengatakan kepada para pegawai showroom tersebut, “Tadinya saya berniat beli mobil disini. Tapi sepertinya mas-mas dan mbak-mbak seakan memandang rendah saya, saya lebih memilih mencari showroom lain yang lebih ramah dan menghargai customer” Kata Joe dengan raut kesal.

Joe pun sontak memasukkan kembali uang tersebut kedalam Tas dan bergegas pergi meninggalkan Showroom yang tak ramah tersebut. Mengetahui hal itu, para pegawai yang tadinya menyepelekan Joe malah sibuk mendekatinya dan berusaha meminta maaf sambil merayu Joe agar mau kembali ke Showroom tersebut.

Saya udah terlanjur kesal dan udah gak ada mood buat beli mobil disini” Tutup Joe dengan nada sedikit kesal.

Itulah kisah Joe Patrick yang seakan memberi pukulan keras terhadap sistem penjualan yang masih memandang penampilan sebagai tolak ukur kemapanan customer.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.