Dukungan TNI Untuk Rakyat, Balasan Surat Terbuka Dari laksamana TNI Untuk Farieda Nur Aini
Surat dr laksamana TNI
Yth : Ibu Farieda Nur Aini Di Bandung
Asww, sy Laksamana TNI (Pur) Slamet Soebijanto, KASAL (2005 -2007) mewakili para purnawirawan TNI, merasa trenyuh, tersentuh sekali dan seperti tertikam sembilu membaca surat terbuka ibu. Saya tdk bermaksud membela diri/TNI aktif- pur. Sy mencoba menjelaskan agar duduk persoalannya bisa dimengerti dan dipahami oleh selruh anak bangsa.
Ibu Farieda, Mohon diketahui bahwa Sapta marga TNI yg kesatu, menyebutkan TNI adalah warganegara yg bersendikan Pancasila, artinya bersendikan pàda kebenàran, yaitu : 1. Sila 1, representasi Kebenàran bdsk kebenaran àgama, 2. Sila 2, representasi Kebenaran bdsk kebenaran ilmu, 3. Sila 3, representasi Kebenaran bdsk kebenaran rasa kebangsaan, 4. Sila 4, representasi kebenaran bdsk kebenaran etika dan budaya bangsa, 5. Sila 5, representasi Kebenaran bdsk kebenaran profesi Kebenaran2 tsb sàngat dijunjung tinggi oleh TNI, dan Sumpah Prajurit TNI : Demi Allah setia pd NKRI yg bdskan Pancasila dan UUD 1945. Artinya TNI rela mengorbankan jiwa raganya utk membela kebenaran2 tsb. TNI adalah tentara rakyat, TNI dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. di BAYAR oleh keringat Rakyat, sekaligus benteng Pancasila, benteng kebenaran2 tsb Reformasi 98 dengan demokrasinya adalah kulminasi dr usaha panjang negara dunia dlm upaya menguasai Indonesia secara utuh. Karena TNI adalah kekuatan yg sangat diperhitungkan, mk dengan LICIK mengunakan dalih HAM, TNI dipojokkan oleh anak bangsa sendiri yg jadi pengkianat bangsa, diikat oleh keputusan politik shg TNI tdk lagi sebagai PAGAR BANGSA & NEGARA, menjaga keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa, tapi hanya sebagai penjaga yg àpabila diperlukan saja. Jadi posisi TNI saat ini adalah sama dg HARIMAU DITÀMAN SAFARI. TNI telah dipasung oleh anak bangsanya sendiri, dikunci oleh peraturan2 yg dibuat atas dasar pesanan kekuatan asing.
Ibu Farieda, Adalah hak dan kewajiban serta keharusan bagi rakyat Indonesia untuk menuntut TNI melaksanakan kewajibannya, mengambil sikap dan tindakan menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegàra yg sdh berada diujung perpecahan.
Oleh karena itu, saya minta dengan sangat, ibu FARIEDA ajak sebanyak-banyaknya anak bangsa, mendatangi Mabes TNI di Cilangkap Jakarta, untuk menagih janji TNI untuk melaksanakan Sumpah PRAJURIT, menyelamatkan Bangsa dan Negara.
Ibu Farieda, Jangan ragukan kami, kami purnawirawan, adalah prajurit2 tua yang siap mengorbankan jiwa raga kami utk menyelamatkan bangsa dan negara, ” Soldier oldier never die, but fade away “.
TNI adalah satu2nya asset bangsa dan bersama-sama rakyat, akan menjadi kekuatan yg tdk terbendung oleh kekàuatan apapun.
Wass Slamet Soebijanto, Laksamana TNI (Pur).
Dan Inilah surat terbukanya dari Forieda NUr Aini :
Assalaamualaikum Warohmatulloohi wa barokaatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Perkenankan saya menulis Surat Terbuka kepada Panglima TNI dan para purnawirawan Jenderal TNI yg masih memiliki hati nurani, nasionalisme dan jiwa patriot.
Saya hanya ibu rumah tangga biasa, yang mungkin mewakili suara hati jutaaan rakyat RI yg saat ini merasa khawatir dan miris dgn keadaan negeri tercinta serta kelangsungan generasi penerus kelak.
Bukan sekedar kabar di berbagai media bahwa penghidupan bertambah sulit, rakyat diadu domba, agama dilecehkan, asset negara digadaikan, segala macam aliran kesesatan diberi ruang dgn bebas, hukum dibuat porak poranda, legislatif dan yudikatif dibungkam, pengalihan isu korupsi dan kasus2 besar lewat isu2 murahan bahkan media massa pun disetir hingga luput memberitakan hal2 esensial kenegaraan.
Bapak Panglima TNI dan para purnawirawan Jenderal yang terhormat.
Sekali lagi, saya hanya rakyat yg sangat biasa, yg ingin bertanya kepada anda semua yg di mata saya sungguh luar biasa.
Tidakkah hati nurani dan jiwa patriotisme anda tersentuh melihat kehancuran megeri yg terasa semakin nyata di depan mata ?
Tidakkah jiwa anda semua yg dulu digodok di kawah candradimuka Lembah Tidar tergerak mendengar tangis rakyat yg teraniaya ?
Bapak Panglima TNI yang terhormat.
Saat ini anda memegang tongkat komando sebagai pemimpin militer sebuah negara besar bernama Republik Indonesia.
Para purnawirawan Jenderal TNI, saya yakin Bapak2 yg hebat ini masih punya akses dan pengaruh yg besar di tubuh TNI.
Tidakkah itu bisa menjadi sebuah kekuatan dahsyat jika bersinergi dgn seluruh rakyat ?
Kami menunggu komando anda semua untuk bergerak bersama memperbaiki keadaan negara yg nyaris lumpuh dan tercerai berai ini.
Negara sudah oleng, Captain. Keadaan sudah SOS !
Hampir tak ada waktu untuk sekedar bilang : TAPI atau NANTI !
Kami yakin, anda semua tau apa yg harus dilakukan. Bergeraklah tanpa ragu.
Inilah unek2 seorang rakyat biasa, yang sangat khawatir dgn kondisi negerinya. Mohon maaf jika ada hal yg kurang berkenan.
Wassalaamu ‘alaikum.
Bandung, 22 Februari 2016
Salam dari rakyat yg teramat biasa
Untuk para pemimpin yg luar biasa.
Dan Inilah surat terbukanya dari Forieda NUr Aini :
Assalaamualaikum Warohmatulloohi wa barokaatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Perkenankan saya menulis Surat Terbuka kepada Panglima TNI dan para purnawirawan Jenderal TNI yg masih memiliki hati nurani, nasionalisme dan jiwa patriot.
Saya hanya ibu rumah tangga biasa, yang mungkin mewakili suara hati jutaaan rakyat RI yg saat ini merasa khawatir dan miris dgn keadaan negeri tercinta serta kelangsungan generasi penerus kelak.
Bukan sekedar kabar di berbagai media bahwa penghidupan bertambah sulit, rakyat diadu domba, agama dilecehkan, asset negara digadaikan, segala macam aliran kesesatan diberi ruang dgn bebas, hukum dibuat porak poranda, legislatif dan yudikatif dibungkam, pengalihan isu korupsi dan kasus2 besar lewat isu2 murahan bahkan media massa pun disetir hingga luput memberitakan hal2 esensial kenegaraan.
Bapak Panglima TNI dan para purnawirawan Jenderal yang terhormat.
Sekali lagi, saya hanya rakyat yg sangat biasa, yg ingin bertanya kepada anda semua yg di mata saya sungguh luar biasa.
Tidakkah hati nurani dan jiwa patriotisme anda tersentuh melihat kehancuran megeri yg terasa semakin nyata di depan mata ?
Tidakkah jiwa anda semua yg dulu digodok di kawah candradimuka Lembah Tidar tergerak mendengar tangis rakyat yg teraniaya ?
Bapak Panglima TNI yang terhormat.
Saat ini anda memegang tongkat komando sebagai pemimpin militer sebuah negara besar bernama Republik Indonesia.
Para purnawirawan Jenderal TNI, saya yakin Bapak2 yg hebat ini masih punya akses dan pengaruh yg besar di tubuh TNI.
Tidakkah itu bisa menjadi sebuah kekuatan dahsyat jika bersinergi dgn seluruh rakyat ?
Kami menunggu komando anda semua untuk bergerak bersama memperbaiki keadaan negara yg nyaris lumpuh dan tercerai berai ini.
Negara sudah oleng, Captain. Keadaan sudah SOS !
Hampir tak ada waktu untuk sekedar bilang : TAPI atau NANTI !
Kami yakin, anda semua tau apa yg harus dilakukan. Bergeraklah tanpa ragu.
Inilah unek2 seorang rakyat biasa, yang sangat khawatir dgn kondisi negerinya. Mohon maaf jika ada hal yg kurang berkenan.
Wassalaamu ‘alaikum.
Bandung, 22 Februari 2016
Salam dari rakyat yg teramat biasa
Untuk para pemimpin yg luar biasa.



Post a Comment