Sesuap Lele Mengandung 3.000 Sel Kanker, Hoax atau Fakta?
Jakarta, Di jejaring sosial, banyak beredar informasi yang menyebut lele sebagai ikan paling jorok. Dalam sesuap daging ikan lele, terkandung 3.000 sel kanker. Benarkah?
Seperti dilansir detikHealth, Julukan sebagai ikan paling jorok merujuk pada sifat lele yang doyan mengonsumsi segala jenis limbah di perairan. Bahkan sebuah artikel yang cukup viral di internet menyebutkan kotoran manusia juga dijadikan pakan pada sebuah budidaya lele di Kota Haikou, China.
Sementara itu di habitat aslinya, lele atau catfish juga dikenal sebagai spesies ikan yang sangat tangguh. Ikan ini dilengkapi alat pernapasan tambahan berupa labirin, sehingga mampu bertahan hidup dalam kondisi perairan berlumpur atau bahkan tercemar. Agaknya, fakta inilah yang memunculkan dugaan soal akumulasi racun karsinogen (penyebab kanker) di tubuh ikan lele.
Adapun yang menjadi alasan ikan lele berbahaya jika dikonsumsi adalah karena 2 alasan berikut ini :
Adapun yang menjadi alasan ikan lele berbahaya jika dikonsumsi adalah karena 2 alasan berikut ini :
- Lele Hidup di Lingkungan yang Kotor. Untuk anda yang suka mengkonsumsi lele perlu memperhatikan tempat mereka hidup dan dibudidayakan. Hal ini dikarenakan, kebanyakan budidaya ikan lele itu sering dilakukan di tempat kotor misalnya dekat dengan kandang ayam. Tidak hanya itu, terkadang budidaya ikan lele juga dilakukan di dekat kandang sapi dan banyak tumpukan sampah. Hal ini tentu saja membahayakan kesehatan bagi yang mengonsumsinya. Terlebih lagi, sebagian peternak lele memberikan mereka pakan seperti bangkai ayam.
- Lele Mengonsumsi Limbah. Alasan kedua mengapa lele itu berbahaya untuk dikonsumsi adalah karena hewan ini mengonsumsi limbah. Karena hidupnya di tempat yang kotor maka ikan ini berpotensi juga untuk mengonsumsi limbah yang berbentuk kotoran hewan seperti kotoran ayam, sapi, serta kotoran manusia. Tentu saja hal ini dapat membahayakan kesehatan manusia yang mengonsumsinya. Selain itu ikan lele memiliki kandungan toksin ringan yang apabila digoreng akan menyebabkan minyak yang tadinya bersih menjadi berwarna hitam. Hal inilah yang kemudian menyebabkan tubuh lele bisa beresiko mengandung tiga ribu sel kanker yang tentu saja berbahaya bagi manusia
Yang pasti, popularitas ikan bersungut ini tidak pernah pudar, bahkan terus meningkat. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut produksi lele pada 2013 mencapai 543,461 ton, meningkat dari 441,217 ton pada 2012 dan 337,577 ton pada 2011.
Konsumsi ikan lele menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat 29,98 kg/kapita/tahun, naik dari 22,58 kg/kapita/tahun pada 2004. Di Jakarta, tak kurang dari 6.000 lapak pecel lele telah terdaftar di Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI).
Soal kandungan nutrisi, tak bisa dipungkiri bahwa lele adalah sumber protein berharga yang murah meriah. Fakta bahwa ikan lele juga rendah kolesterol sepertinya bakal menenggelamkan tudingan bahwa lele bisa memicu kanker.
"Saat ini belum ada penelitian yang menyatakan jika memakan lele dapat memicu kanker," tegas dr Dradjat R Suardi, SpB(K)Onk, ahli kanker dari Perhimpunan Onkologi Indonesia saat dihubungi.



Post a Comment