“Rahasia Ilahi” Ini Nyata, 2 Saksi Ahli Untuk Bela Ahok Hari Ini Batal
Jakarta – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan bahwa terlapor kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menghadirkan saksi ahli seorang pakar tafsir dari Mesir pada gelar perkara di Mabes Polri hari ini, Selasa (15/11). Apakah saksi ahli tersebut benar akan dihadirkan?
“Yang saksi ahli dari Mesir itu tidak jadi,” kata tim pengacara pasangan Ahok-Djarot, Sirra Prayuna, kepada detikcom, Senin (14/11/2016) malam.
Sirra mengatakan bahwa ide menghadirkan saksi ahli asal Mesir bukan merupakan ide dari tim sukses Ahok. Ide tersebut datang dari simpatisan Ahok yang prihatin dengan kasus yang menimpa mantan Bupati Belitung Timur tersebut. Sirra sendiri mengaku belum pernah berkomunikasi apalagi bertemu dengan saksi ahli asal Mesir itu. Baca juga, Ngeri! Demo 25 November Dan Aksi Tarik Uang Massal di Bank Berpotensi Lengserkan Jokowi
“Jadi sebenarnya ada beberapa teman yang simpati lalu mengusulkan ahli agama. Salah satunya yang dari Mesir itu. Nah teman-teman ini yang mencoba berkomunikasi langsung,” ujar Sirra.
“Saya sendiri tidak pernah berkomunikasi langsung dan bertemu membicarakan bagaimana pandangan ahli tafsir tersebut. Dan terakhir saya dapat info batal (dihadirkan),” imbuhnya.
Kepastian batalnya saksi ahli asal Mesir yang akan dihadirkan oleh Ahok diperkuat oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Agus Rianto. Agus mengatakan saksi ahli itu batal hadir karena ada anggota keluarganya yang sakit.
“Ada rencana seperti itu (menghadirkan saksi ahli asal Mesir), tapi batal. Informasinya karena keluarga yang bersangkutan sakit,” kata Agus lewat pesan singkat kepada detikcom. | DETIK
Sarlito Sempat Diminta Mabes Polri Jadi Saksi Kasus Ahok
JAKARTA — Guru Besar Fakultas Ilmu Psikologi Universitas Indonesia Sarlito Wirawan Sarwono meninggal dunia di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat, pada Senin tanggal 14 November 2016 sekitar pukul 22.18 WIB.
“Beliau meninggal pada usia 72 tahun,” kata tetangga almarhum, Sulio, di sekitar tempat persemayaman di Rumah Duka di Kompleks Dosen UI, Ciputat, Selasa (15/11) pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sarlito akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Giri Tama Tonjong, Parung, Bogor, Jawa Barat. Sedangkan sebelum dimakamkan, Sarlito akan dishalatkan terlebih dahulu di Masjid Al Irfan yang berada di kawasan Komp Dosen UI Ciputat.
Menurut keterangan kerabat yang ditemui di rumah duka, penyakit yang mengakibatkan wafatnya ahli psikologi itu masih belum diketahui secara pasti. Tetapi kemungkinan karena ada gangguan pencernaan di ususnya.
Pada Senin (14/11) sebenarnya Sarlito juga diminta Badan Reserse Kriminal Mabes Polri agar dapat menjadi saksi dalam kasus dugaan penistaan agama. Setelah itu, Sarlito juga diundang untuk menghadiri konferensi di Singapura. Tetapi karena kesehatannya tiba-tiba menurun, ia langsung dilarikan ke rumah sakit.
Di sekitar rumah duka, para pelayat mulai berdatangan sejak pagi. Terdapat juga banyak karangan buka duka dari beragam pihak seperti dari Kapolda Metro Jaya M Iriawan dan juga dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).
Sarlito yang lahir di Purwokerto, 2 Februari 1944, pernah menjadi Dekan Fakultas Psikologi UI selama tujuh tahun hingga tahun 2004 dan spesialisasinya beragam antara lain dalam bidang Psikologi Sosial dan Lintas-Budaya. Pakar yang tulisannya kerap menghiasi media massa itu juga pernah menjabat sebagai Ketua Program Ilmu Kepolisian UI pada periode 2007-2012. | ROL
Heboh Tulisan Terakhir Prof Sarlito Tentang Ahok, Netizen: Allah Sayang Beliau
Berita Islam 24H - Prof Sarlito Wirawan Sarwono batal menjadi saksi ahli untuk meringankan Ahok dalam gelar perkara hari ini. Guru besar Psikologi Universitas Indonesia (UI) itu meninggal dunia pada Senin (14/11/2016) malam.
Sebelum meninggal, tulisan terakhir Prof Sarlito tentang Ahok cukup menghebohkan. Pasalnya, psikolog itu menyatakan bahwa Islam dan Tuhan tak perlu dibela. Menurutnya, yang perlu dibela adalah kaum dhu’afa.
“Demonstrasi dalam rangka membela Tuhan makin banyak. Hal ini membuat saya bertanya, "Mungkinkah membela agama?". Pertanyaan selanjutnya, "Sebegitu lemahkah Tuhan dan Agama sehingga memerlukan pembelaan dari umatnya?"” tulisnya pada paragraf pertama artikel berjudul Mungkinkah Menistakan Agama? yang dirilis di Selasar, Kamis (3/11/2016).
“Pandangan saya mungkin tidak begitu populer, tetapi untuk saya, Islam dan Tuhan tidak perlu dibela. Anak-anak, perempuan, orang yang lemah dan tak berdaya, orang fakir dan yatim piatulah yang patut dibela, dan hal itulah yang sesuai dengan ajaran Islam” lanjutnya.
Dalam tulisan itu, Prof Sarlito membela Ahok dan membandingkannya dengan pemimpin-pemimpin muslim. Termasuk menyebutkan bahwa Ahok mengalokasikan dana untuk perbaikan-perbaikan masjid-masjid di DKI dan mengumrohkan banyak takmir masjid.
Terkait kasus Al Maidah 51, dalam artikel itu Prof Sarlito menyimpulkan bahwa Ahok tidak menista agama Islam. “Jadi, sebetulnya bukan Ahok yang menista agama Islam, tetapi pihak-pihak yang menuduh Ahok sebagai penista Islam lah, yang sedang menista Ahok,” simpulnya.
Rencana kehadiran Prof Sarlito sebagai saksi ahli, diprediksi akan meneruskan pembelaan kepada Ahok sebagaimana tulisan terakhirnya itu. Namun Allah berkehendak lain, Dia membatalkan Prof Sarlito sebagai saksi ahli dengan memanggilnya beberapa jam sebelum ia memberikan kesaksiannya.
Netizen menilai, meninggalnya Prof Sarlito adalah bentuk sayang Allah kepadanya agar selamat dari membela sang penista Al Quran.
“Allah lebih sayang dengan Pak Sarlito, dpd dia berdosa lebih banyak jika membela orang yg telah menistakan Agama Islam,” kata Abinya Javaz di laman BersamaDakwah. Komentar itu disukai ratusan pengguna Facebook.
Heboh Tulisan Terakhir Prof Sarlito Tentang Ahok, Netizen: Allah Sayang Beliau
Berita Islam 24H - Prof Sarlito Wirawan Sarwono batal menjadi saksi ahli untuk meringankan Ahok dalam gelar perkara hari ini. Guru besar Psikologi Universitas Indonesia (UI) itu meninggal dunia pada Senin (14/11/2016) malam.
Sebelum meninggal, tulisan terakhir Prof Sarlito tentang Ahok cukup menghebohkan. Pasalnya, psikolog itu menyatakan bahwa Islam dan Tuhan tak perlu dibela. Menurutnya, yang perlu dibela adalah kaum dhu’afa.
“Demonstrasi dalam rangka membela Tuhan makin banyak. Hal ini membuat saya bertanya, "Mungkinkah membela agama?". Pertanyaan selanjutnya, "Sebegitu lemahkah Tuhan dan Agama sehingga memerlukan pembelaan dari umatnya?"” tulisnya pada paragraf pertama artikel berjudul Mungkinkah Menistakan Agama? yang dirilis di Selasar, Kamis (3/11/2016).
“Pandangan saya mungkin tidak begitu populer, tetapi untuk saya, Islam dan Tuhan tidak perlu dibela. Anak-anak, perempuan, orang yang lemah dan tak berdaya, orang fakir dan yatim piatulah yang patut dibela, dan hal itulah yang sesuai dengan ajaran Islam” lanjutnya.
Dalam tulisan itu, Prof Sarlito membela Ahok dan membandingkannya dengan pemimpin-pemimpin muslim. Termasuk menyebutkan bahwa Ahok mengalokasikan dana untuk perbaikan-perbaikan masjid-masjid di DKI dan mengumrohkan banyak takmir masjid.
Terkait kasus Al Maidah 51, dalam artikel itu Prof Sarlito menyimpulkan bahwa Ahok tidak menista agama Islam. “Jadi, sebetulnya bukan Ahok yang menista agama Islam, tetapi pihak-pihak yang menuduh Ahok sebagai penista Islam lah, yang sedang menista Ahok,” simpulnya.
Rencana kehadiran Prof Sarlito sebagai saksi ahli, diprediksi akan meneruskan pembelaan kepada Ahok sebagaimana tulisan terakhirnya itu. Namun Allah berkehendak lain, Dia membatalkan Prof Sarlito sebagai saksi ahli dengan memanggilnya beberapa jam sebelum ia memberikan kesaksiannya.
Netizen menilai, meninggalnya Prof Sarlito adalah bentuk sayang Allah kepadanya agar selamat dari membela sang penista Al Quran.
“Allah lebih sayang dengan Pak Sarlito, dpd dia berdosa lebih banyak jika membela orang yg telah menistakan Agama Islam,” kata Abinya Javaz di laman BersamaDakwah. Komentar itu disukai ratusan pengguna Facebook.




Post a Comment