Header Ads

Ad Home

Panglima TNI Diundang ke Pernikahan Nyi Roro Kidul dan Pangkalima Burung

Rencana pernikahan gaib antara Pangkalima Burung (Panglima Dayak) dengan seorang yang mengaku titisan Nyi Roro Kidul bernama Sri Baruno Jagat Prameswari menuai perhatian. Persiapan pernikahan gaib itu pun tengah dilakukan di kediaman Damang Kepala Adat Katingan Tengah, Isay Judae.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyelenggara pernikahan itu mengundang orang-orang penting di negara ini, mulai dari Presiden Joko Widodo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, hingga Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Panglima TNI Diundang ke Pernikahan Nyi Roro Kidul dan Pangkalima Burung
Namun, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Wuryanto mengatakan, pihaknya sama sekali tak menerima undangan untuk Panglima TNI dari penyelenggara pernikahan gaib tersebut. "Wah tidak ada undangan untuk itu," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (24/2/2017).

Wuryanto enggan membahas soal pernikahan langka antara Panglima Dayak dengan titisan penguasa Pantai Selatan itu. Menurutnya, Mabes TNI tak memiliki urusan dengan hal-hal yang berbau gaib seperti itu. "Kita enggak ada urusan dengan hal-hal seperti itu," tandasnya. 

Seperti diketahui, kabar adanya pernikahan gaib tersebut mencuat dan menjadi viral di media sosial. Pesta pernikahan gaib itu akan digelar di Desa Telok RT 01 No 19, Kecamatan Katingan Tengah. 

Petugas Polsek Katingan Tengah yang mengecek kebenaran rencana pernikahan lintas budaya gaib ini melihat persiapan yang tengah dilakukan Damang Kepala Adat Kecamatan Katingan Tengah Isay Judae.

Isay Judae ketika dikonfirmasi membenarkan pernikahan gaib tersebut. Perkawinannya akan dilangsungkan di kediamannya sesuai undangan yang tersebar. Bahkan, semua kebutuhan acara sudah dibeli dan disiapkan. 

Persiapan pernikahan di rumah Damang Katingan Tengah ini mulai dilakukan. Rumput yang awalnya tumbuh subur di depan rumah yang terbuat dari kayu itu sudah dibersihkan. Begitu juga sembako maupun minuman gelas, juga sudah mulai berdatangan dan diantar ke rumah itu. Kini tinggal menunggu pelaksanaan untuk acara tersebut.

Isay Judae menceritakan awal mula mengenai pernikahan tersebut. Menurunya, semua berawal saat seorang wanita bernama Ny Retno datang bersama seorang pria ke kediamannya pada 12 Februari 2017 di Desa Telok. Kedua tamu lalu dipersilakan masuk rumah. Wanita itu mengaku utusan Sri Baruno Jagat Prameswari.

“Kedatangan mereka ke tempat saya untuk mencari damang atau tokoh adat. Lalu saya tanya kenapa? Ibu itu menjawab, katanya mereka sudah menerima pinangan Pangkalima Burung dari Kalimantan terhadap Putri Merapi di Jawa Tengah, sehingga, mereka ingin mengatur acara perkawinan,” tutur dia.

Mempelai perempuan ingin melangsungkan pernikahan sesuai tata cara adat Kalimantan atau Dayak. Sehingga kata Isay Judae, mereka datang mencari tokoh adat untuk menikahkan Pangkalima Burung dan Sri Baruno Jagat Prameswari. Mendengar permintaan itu, Isay Judae merasa cerita kedua orang ini agak janggal. Dia lalu mengajak kedua tamu ini mendatangi pisur guna menenung (meramal) kebenaran soal ini.

“Pertama kali menenung, kami tanya apa benar perjalanan mereka (Retno dan teman laki-lakinya ). Alat pisur berupa benda kemudian berputar. Itu menandakan benar. Seterusnya kami tanya yang lain-lain hingga tempat pelaksanaan acaranya yang ditunjuk langsung di tempat saya juga berdasarkan tenung tadi,” tutur dia.

Lantas, orang yang mengaku utusan itu menyerahkan sepenuhnya pada Damang dan masyarakat adat mempersiapkan pernikahan dan mereka langsung kembali ke Palangka Raya. Setelah pertemuan pertama, Isay Judae mengumpulkan tokoh adat setempat untuk melakukan rapat menyikapi rencana dimaksud. Dari rapat itulah, rincian untuk biaya pernikahan telah ditentukan sebesar Rp61 juta sesuai kebutuhan.

Beberapa hari kemudian, sekira 18 Februari 2017, Damang ini mendapat telefon dari orang yang mengaku sopir ibu Retno. Di mana di situ disampaikan, pihaknya menyanggupi rincian biaya pernikahan. Kemudian pada 19 Februari 2017, Retno kembali datang dan menyerahkan uang sebesar Rp16 juta untuk membeli kebutuhan pernikahan. Lalu sisanya diserahkan lagi pada 21 Februari 2017 hingga total uang yang diserahkan sebesar Rp70 juta.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.